Lima Puluh Kota, 21 September 2026 — Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan rapat evaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Triwulan II Tahun 2026, Senin (21/9/2026), di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan menjadi ruang untuk melihat capaian indikator SPM sekaligus menggali berbagai permasalahan yang terjadi di Puskesmas sebagai bahan penyusunan tindak lanjut dan strategi percepatan pelayanan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, dan dilanjutkan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Deni Hendra Suryadi, SKM., M.Kes. Kegiatan diikuti oleh seluruh Kepala Bidang dan unsur pengelola program di lingkungan Dinas Kesehatan serta perwakilan Puskesmas yang terdiri dari penanggung jawab Cluster Manajemen, pengelola laporan SPM, dan Bidan Koordinator Puskesmas.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan memberikan paparan dan arahan terkait Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan SPM Tri wulan 2 Tahun 2026. Selanjutnya dilakukan pemaparan capaian indikator SPM dengan kondisi capaian sampai Agustus 2026 sebagai bahan untuk melihat perkembangan realisasi pelayanan 12 indikator SPM Bidang Kesehatan per puskesmas.
Evaluasi tidak hanya diarahkan pada capaian angka indikator. Pertemuan juga menjadi forum untuk menggali berbagai permasalahan yang terjadi di Puskesmas dalam pelaksanaan pelayanan dan pencapaian indikator SPM. Berbagai kendala yang ditemukan di lapangan menjadi bagian penting dalam pembahasan agar dapat diketahui aspek yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut pada akhir triwulan 3 dan tri wulan 4 2026.
Dari hasil pembahasan tersebut, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas menyusun rencana tindak lanjut dan strategi percepatan. Langkah ini diarahkan agar permasalahan yang ditemukan dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah serta mendukung peningkatan capaian indikator SPM.
“Evaluasi ini penting untuk melihat capaian sekaligus mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan. Dari permasalahan tersebut kita dapat menyusun langkah tindak lanjut dan strategi percepatan pelayanan,” ujar dr. Budi Andri, MKM.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan Jumlah Penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 Semester II oleh Mashuri dan Tim, Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lima Puluh Kota. Penyampaian data ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketersediaan data kependudukan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan, termasuk dalam bidang kesehatan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pertemuan evaluasi SPM melibatkan unsur lintas sektor bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, lintas program Dinas Kesehatan, mulai dari program kesehatan keluarga dan gizi, promosi kesehatan, kesehatan usia pendidikan dasar, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, hingga program penyakit menular seperti TBC dan HIV. Keterlibatan lintas program dan Puskesmas diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pencapaian target indikator SPM Bidang Kesehatan Tahun 2026.
Melalui evaluasi secara berkala, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota terus mendorong agar capaian SPM tidak hanya menjadi angka pelaporan, tetapi menjadi dasar dalam mengidentifikasi persoalan pelayanan dan menentukan langkah perbaikan yang dapat dilaksanakan di tingkat Puskesmas.