LIMA PULUH KOTA, 30 Oktober 2026 — Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) melaksanakan Workshop Pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bagi kader di wilayah kerja Puskesmas Dangung-Dangung, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Dangung-Dangung dan diikuti oleh para kader dari wilayah kerja puskesmas tersebut. Keterlibatan kader dalam workshop ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai penggunaan Buku KIA sebagai salah satu media pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu dan anak.
Buku KIA memiliki peran penting dalam mendokumentasikan perjalanan kesehatan ibu sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Informasi yang tercatat di dalamnya dapat menjadi bahan pemantauan bagi keluarga maupun tenaga kesehatan dalam mengenali kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara pengisian Buku KIA secara tepat perlu dimiliki oleh kader. Sebagai bagian dari masyarakat yang berinteraksi langsung dengan keluarga, kader memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan, mengingatkan keluarga untuk memanfaatkan Buku KIA, serta mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak di lingkungan masing-masing.
Melalui workshop ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota mendorong agar kader semakin memahami pentingnya pencatatan dan pemanfaatan Buku KIA dalam kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat. Pengisian yang tepat dan pencatatan yang berkesinambungan diharapkan dapat membantu memastikan informasi kesehatan ibu dan anak terdokumentasi dengan baik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan peran kader sebagai mitra tenaga kesehatan di tingkat nagari. Sinergi antara puskesmas, kader, dan keluarga diharapkan dapat mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak secara lebih optimal, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lima Puluh Kota.