DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Dinkes Lima Puluh Kota Perkuat Peran Kader dalam Penemuan Kasus TBC melalui Tracing Terintegrasi CKG

Admin
Rabu, 22 Juli 2026
11 Dibaca
...

Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) menggelar Pertemuan Sosialisasi Program TBC dan Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB) melalui Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Rabu–Kamis, 22–23 Juli 2026, di Aula Hotel Mangkuto Payakumbuh. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat peran kader kesehatan dalam mendukung percepatan penemuan kasus TBC di masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, dan diikuti oleh 144 kader kesehatan serta kader TBC dari seluruh wilayah kerja puskesmas yang dibagi dalam dua angkatan, bersama Tim Swakelola Tracing TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Erdison, Subko P2M, A. Fachrurrozi, dr. Isnaniyah Usman, Sp.P, serta Tim Swakelola Tracing TBC Terintegrasi CKG Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota. Peserta memperoleh pembekalan mengenai program TBC, pelaksanaan tracing kontak serumah dan kontak erat, serta integrasi tracing dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai strategi memperluas penemuan kasus secara aktif.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mempercepat penemuan kasus tuberkulosis. Melalui kolaborasi yang kuat, pelaksanaan tracing dan skrining diharapkan dapat berjalan optimal sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih dini dan segera mendapatkan penanganan.

Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu mempercepat proses pendataan kontak, pelaksanaan tracing, dan mobilisasi masyarakat berisiko untuk mengikuti skrining kesehatan. Selain itu, integrasi dengan layanan CKG juga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan Tracing TBC Terintegrasi CKG akan dilaksanakan di 72 lokus di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota mulai Juli hingga November 2026. Sasaran utama program ini adalah kontak serumah, kontak erat dari kasus indeks tuberkulosis, serta masyarakat yang memiliki faktor risiko lainnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta mendukung terwujudnya eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Lima Puluh Kota.

share Bagikan berita
facebook Facebook
whatsapp Whatsapp
twitter Twitter

Feedback