Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Skrining Bayi Baru Lahir pada 22 Juni 2026 bertempat di Aula Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program Kesehatan Keluarga (Kesga) dan gizi dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja puskesmas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Budi Andri, MKM. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pelaksanaan skrining bayi baru lahir sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko gangguan kesehatan, kelainan bawaan, serta pencegahan kematian bayi melalui penanganan yang cepat dan tepat.
Materi kebijakan disampaikan oleh Plt. Kabid Kesmas, dr. Erdison, yang menegaskan penguatan implementasi program skrining neonatal, integrasi layanan, serta optimalisasi peran fasilitas kesehatan dasar termasuk TPMB dan jejaring puskesmas.
Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi, Putri Ismalya Yulinda, SKM, menyampaikan materi evaluasi pelaksanaan skrining bayi baru lahir, termasuk capaian program, kendala di lapangan, serta strategi peningkatan cakupan dan kualitas layanan.
Selain itu, materi klinis disampaikan oleh dokter spesialis anak, dr. Rinche Annur, Sp.A, yang membahas aspek medis skrining neonatal, tanda bahaya pada bayi baru lahir, serta pentingnya rujukan cepat apabila ditemukan risiko atau kegawatan.
Peserta kegiatan terdiri dari TPMB non ASN wilayah kerja puskesmas, pengelola program anak, serta bidan desa. Para peserta mengikuti kegiatan dengan aktif, terutama pada sesi diskusi terkait implementasi skrining bayi baru lahir di lapangan dan tantangan teknis yang dihadapi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan skrining bayi baru lahir, sehingga mampu mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian bayi serta meningkatkan derajat kesehatan anak di wilayah kerja Dinas Kesehatan.