Lima Puluh Kota, 29 Juni 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi menyelenggarakan Orientasi Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Remaja yang diikuti oleh kader Integrasi Layanan Primer (ILP) dari 22 wilayah kerja puskesmas serta para pengelola Program Kesehatan Remaja. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memberikan pelayanan kesehatan remaja yang komprehensif, berkualitas, dan berkesinambungan di tingkat pelayanan primer.
Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi mengenai kebijakan Pelayanan Kesehatan Remaja oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Erdison, yang menjelaskan arah kebijakan pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan remaja melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP). Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan remaja yang sehat, mandiri, dan produktif.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Halfiz.A, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CHt., CG mengenai kesehatan mental remaja dan teknik konseling. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja saat ini, cara mengenali tanda-tanda gangguan psikologis sejak dini, serta keterampilan dasar dalam memberikan dukungan dan konseling awal sebelum dilakukan rujukan ke layanan yang lebih lanjut apabila diperlukan.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Revita Prima Asih, S.Tr.Keb. dari Dinas Kesehatan Provinsi yang membahas teknis pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Remaja pada Posyandu ILP. Materi ini memberikan panduan praktis kepada kader dan pengelola program mengenai pelaksanaan pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta strategi optimalisasi pelayanan kesehatan remaja di tingkat desa dan nagari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas kader dan pengelola program merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan remaja di daerah. Sementara itu, Subkoordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi, Yulia Eka Fitri, berharap orientasi ini dapat meningkatkan kompetensi peserta sehingga pelayanan kesehatan remaja di seluruh wilayah kerja puskesmas semakin berkualitas dan mampu menjawab berbagai permasalahan kesehatan remaja secara dini melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh kader ILP dan pengelola Program Kesehatan Remaja dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan pelayanan di lapangan, sehingga terwujud remaja Kabupaten Lima Puluh Kota yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.