Temuan di lapangan menjadi pijakan untuk memperbaiki pelayanan. Berangkat dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) melaksanakan Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Pelayanan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan Tim Kesga Gizi ke sejumlah wilayah kerja puskesmas. Hasil monitoring menunjukkan masih terdapat sejumlah permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan pelayanan KIA sehingga diperlukan penguatan kapasitas petugas sekaligus penyamaan persepsi dalam pelaksanaan program.
Kegiatan diikuti oleh Penanggung Jawab Klaster 2 Puskesmas, bidan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), serta Penanggung Jawab Program KIA di Puskesmas. Pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi dan jejaring pelayanan antara Puskesmas, TPMB, dan Dinas Kesehatan.
Penguatan materi diberikan oleh dr. Yossa Tamia Marisa, Sp.PD, dr. Mikhail Nurhari, Sp.OG, serta Dian Andriani, SKM. Dian Andriani, SKM memberikan materi terkait Integrasi Layanan Primer (ILP), yang memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya integrasi pelayanan di tingkat primer.
Kehadiran para narasumber memberikan penguatan dari berbagai aspek, baik pelayanan medis maupun sistem pelayanan kesehatan primer. Peserta juga mendapatkan ruang untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ditemukan selama monitoring lapangan, berbagi pengalaman, serta menyamakan pemahaman dalam pelaksanaan program.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota mendorong agar hasil penguatan kapasitas tidak berhenti pada pemahaman di ruang pertemuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Dengan kapasitas petugas yang semakin kuat, koordinasi yang lebih baik, serta penerapan Integrasi Layanan Primer, pelayanan KIA diharapkan semakin bermutu, terpadu, sesuai standar, dan berkesinambungan.